Thursday, October 25, 2012

Generasi Langit #2 Mari memasak


Beberapa hari ini gw jadi berasa sering ngeluh. Sering sesak. Sering uring-uringan. Sering bertanya- tanya kenapa gini? Kenapa gitu? Ah ya! sebenarnya akarnya mudah sih. Ada yang sedang ga berse dengan hubungan gw dan Pencipta gw. Lalu senja ini, gw berdiam lebih lama. Masih dengan mukena putih gw telusuri satu per satu arti ayat demi ayat yang baru gw baca..sampai pada bagian ini..
“ Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan. Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa. Maha Mengetahui. Dan telah kami tetapkan tempat perdearan bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terkahir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahuli siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya”
(QS. Yaasin [36]: 37-40)

Hmm. Ketetapan. Ukuran. Takdir.


Lalu gw jadi ingat di ayat-Nya yang lain yang entah namanya kebetulan atau ga baru dikasih di materi dari kakak mentor tadi siang,
"Dia (Allah) Yang menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menetapkan atasnya qadar(ketetapan)dengan sesempurna-sempurnanya" (QS Al-Furqan [25]: 2).
dan yang ini..
“dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At Talaq [65]:3)

Terdiam sejenak. Mengingat salah satu perbincangan gw dengan abang kemarin malam di depan teras rumah. masih segar. masih jelas. Ah, ya! seharusnya saya memang mencernanya baik-baik. Dan video rekaman kejadian itu kembali berputar.. sempurna dalam imajinasi gw..

“taraa! Abaaang! Lagi ngapain sih. megang buku bukannya dibaca malah melamun ngeliatin langit. Abang lagi ronda rumah dari makhluk mars ya? haha” duduk di samping abang.

“lagi mikir de..mikirin mars..” sambil nunjuk satu titik cahaya merah di tengah kerlap kerlip langit malam.

“ heh? Abang beneran lagi ronda?”

“ coba deh de, liat.. betapa alam ini berada dalam sebuah keteraturan dan ketetapan. Betapa Allah itu Maha Sempurna ya de.. baik sekali pula pada kita.. mala mini abang masih bisa liat mata bening kamu, maish bisa liat sirius, canopus, vega *sambil nunjuk-nunjuk beberap bintang tersangka*. Abang bisa menghirup oksigen sepuas-puasnya dengan mudah. Gratis! Abang masih bisa ngobrol sama kamu, bisa denger nyanyian serangga malam. ya ampun de. Dan atas segala kebaikan Allah yang ga keitung itu.. seharusnya ga ada alesan kan ya de.. untuk ga jatuh hati sama Allah.. untuk selalu besyukur dan berbaik sangka..untuk berbuat sebaik-baiknya..astagfirullah..Rosul aja yang udah dijamin masuk syurga beribadah sebegitunya untuk bersykur. Abang kagak ada yang jamin masuk syurga maih sering sombong..masih sering ngerasa susah setengah idup. Padahal apa sih masalah abang? Yah. palingan cuma masalah dagangan, sekolah, tugas, sama organisasi. Atau malah berkutat sama hidup abang sendiri. Berasa susah hati kayak ngurusin apa tau! Ditambah kelihan dan galauan trivial sana sini. Egois dan ga tau diri sekali abang ini. Semoga Allah mengampuni abang.”

Tertunduk.

*jleb. apalagi gw bang*
Kemudian abang menutup bukunya. Kembali menatap langit. Gw mengambil buku abang, membaca yang tertulis di covernya. Jefrey Lang. Aku Beriman maka Aku bertanya.

“ umm. isinya apaan nih bang?”

“ kamu beneran pengen tau?”

“ yup!”

“ kamu ga ada PR? “

“ udah selesai,dong!”

“ kamu mau tau aja atau mau tau banget?”

“ Ga mau tau. Buruan cerita”

“ hahaha.”
Tertawa lepas.

“oke. Abang certain pemaknaan abang aja ya dari buku ini. itu yang tadi lagi abang pikirin.. tentang takdir.”

Seperti biasa , gw akan langsung menghadap abang dengan posisi sisap belajar. Adegan murid lagi dikasih petuah panjang sama suhunya. Kalau di komik, mata gw pasti digambarkan ada bintangnya gitu. Berbinar-binar. Ingin tahu.

“Abang ga akan jelasin ini secara harfiyah, maknawi, apa syar'i. loh ya.. ini pemaknaan abang aja tentang kehidupan..

Keywordnya begini:
1. semua yg ada di alam raya ini diciptakan oleh Allah
2. semua yg ada di alam raya ini berjalan atas takdir/ketentuan Allah.
3. Allah Rabb Al 'alamiin telah menetapkan takdir/ kadar/ takaran/ ukuran, segala
sesuatu di alam raya ini. coba nanti kamu cek ya.. asal kata qadar dan kadar adakah seakar kata, yang abang tahu sih begitu.

air dingin, api panas, bumi berotasi, matahari terbit tenggelam, gravitasi, pergantian musim, perbedaan iklim, gerak bintang, manusia lahir tumbuh mati, adalah bagian dari kadar, ketentuan, yang Allah tetapkan. air mendidih di suhu 100oC, hujan di negeri tropis pada bulan september-maret, kemarau di sebaliknya, mengapa bintang2 bergerak pada orbitnya, itu semua bagian dari ukuran2 yg Allah berikan pada makhluknya.manusia bisa bertahan hidup tanpa makan, tapi tidak tanpa minum, lebih cepat mati tanpa tidur, itu juga takaran yg Allah tetapkan atas tubuh manusia. ada tumbuhan yg hidup di dataran tinggi, tapi ga bisa hidup di dataran rendah, ini ukurannya Allah. Carica sama pepaya, satu kelas tp knp beda tempat hidupnya? masing2 ada takarannya.

maka begitulah unsur-unsur kehidupan bersenyawa dalam ketentuan Allah. serupa masakan, garam sekian, cabe sekian, air sekian, dimasak sekian lama, panasnya api kira-kira sekian, hingga menghasilkan rasa yg pas. pas, menurut yang menciptakan bukan?

tapi coba, sekian banyak buku resep, terkadang butuh waktu dan eksperimen untuk menghasilkan rasa yg sama. setelah rasa itu sama menurut yg masak, apakah sama juga menurut yg makan? nggak kan? ada yg bilang kemanisan, kurang manis, dan sebagainya.
nah dari sini abang tarik kepada kehidupan pribadi manusia. secara umum. kita mengenal takdir itu ya seperti usia, rezeki, jodoh, celaka, bahagia, masuk surga, atau neraka.

pernah denger silaturahim memperpanjang usia? kok bs, kan usia dah ditentukan Allah ga bisa maju gak bs mundur.
pernah denger sedekah menolak musibah? kok bs, kan musibah juga sudah ketentuan Allah?
pernah denger jg hadits tentang ahli ibdah yg dijamin surga namun diakhir hidupnya melakukan amalan ahli neraka, maka ia pun masuk neraka. juga sebaliknya? kok bs?
apakah jodoh itu orang tg kita nikahi? nggak. makanya kadang orang cerai kita bilang bukan jodohnya.
Hal-hal inilah yang abang maksud Allah menetapkan kadar atas segala sesuatu.
kalo mau sehat, panjang umur kita harus rajin olahraga, makan-makanan yg bergizi, istirahat cukup, gak ngerokok, gak minum-minuman keras, dan macem-macem lainnya.

Cuma ternyata pada tiap-tiap manusia ukuran ini berbeda-beda. makanan sehat yg cocok untuk kamu ternyata beda dengan abang. istirahat yg cukup bagi kamu juga beda ternyata dengan abang

semisal wortel, sama-sama wortelnya, direbus dipanas yang sama, lama ngerebusnya sma, ternyata beda juga kan tingkat kelunakannya.

kalo mau dapat rezeki, bekerja, berdoa, tambahin dhuha dan sedekah-katanya.
jam kerja sama, jabatan sama, rajin sama, ternyata rezekinya juga beda. Yanga satu cepet abis dari yang lain,

seperti buat kopi, merek kopi sama. air yg dipake sama, tapi kentalnya beda. kok bs?
ow, ternyata panasnya beda.

mau masuk surga? puasa, maka km masuk pintu arroyan, sama2 puasa, sama2 tarawih, ternyata kok beda? oh ternyata yg satu anak yg durhaka pada ortunya, jd masuk surganya telat.

sekali lagi, ini semisal masak mie. pernah liat orang masak mie, yg di celup air panas, sama yg di masak perhatikan pasti beda. yg dimasak juga beda, antara yg bumbunya dumasak, sama yg bumbunya disiapkan di wadah.
nah ternyta pada proses masak itu ada unsur2 faktor x yg membuat masakan yg satu beda dg yg lain. selain faktor x ternyata ada faktor lain yg buat rasa itu beda. sama2 minum teh satu gelas, km bilang kemanisan sy bilang kurang. nah...

dari contoh2 inilah abang menarik kesimpulan, ya hidup ini kayak menikmati masakan dengan resep yg Allah tetapkan, kita sebagai kokinya juga kita yg nyicipin.
misal , abang kerja, berdoa, sedekah, penghasilan abang banyak, tapi abang boros, ya rezeki abang kurang aja kan.
beda kalo abang qonaah. abang kerja, berdoa, hemat, tp abang gak bersyukur kurang aja kan nilainya?
begitu juga amal, Allah telah tetapkan, amal-amal yang bawa ke surga sama amal-amal yg bawa ke neraka. kalau masing-masing kita melakukannya sama banyak, sama ikhlas, apa jaminan surga kita sama?
ada ahli surga yg di cemburui para nabi dan syuhada, padahal nabi dan syuhada level paling tinggi. kenapap? ternya mereka yang amalnya biasa saja tapi saling mencintai karena Allah.

Abang sampaikan ini bukan bermaksud agar kita apatisn krn merasa semua sudah diatur Allah, atau sombong seolah-olah semua yg kita capai atas usaha kita sendiri.
Abang sampaikan ini agar kita berusaha sungguh-sungguh agar kita memasak masakan yg sesuai dengan resep dari Allah, yg pas sesuai dengan 'rasa' dr Allah. bukan rasa dari kita. maka kita berusaha semksimal kita, berdo'a sungguh2, bersyukur dan bersabar. khusnudzon dg ketetapan Allah.
dan jika ternyata ada faktor-faktor x yg mengantarkan kita pada 'rasa' yg pas dengan yg Allah tetapkan maka itu semua atas rahmat Allah.
atau jika ada faktor x yg menghambat kita dr mencapai 'rasa' nya Allah, semoga kita terdorong untuk terus berekssperimen dengan memastikan benar-benar resep, memastikan bener-benar cara masak, juga memastikan bener-benarkalo lidah kita lagi gak bermasalah.
Sekali lagi, ini pemaknaan abang ya de.. kalau banyak salahnya itu jelas dari abang..
Ada yang mau ditanggapi de?"

“………ummm. masih mencerna bang. He” *grin*

Sejujurnya gw benar-benar sedang berusaha mencerna urusan masak-masak ini. kenapa deh abang nyambung-nyambungin ke masak. Mentang-mentang jago masak. Fiuh.

“haha. ya ampun abang ngelindur apa ya tadi. Haha. udah malam de.. masuk yuk”


“hmmm.. iya bang”
pasang tampang mikir.

“ hati-hati kebawa mimpi loh de. Haha. “

Nyatanya gw tidak membawanya pergi bersama mimpi gw semalam. Tapi sekarang, gw basah. Rabb..fagfirlii.. Ayo senja! Kita mulai lagi masak-masaknya dengan usaha terbaik, dengan doa terbaik, dengan hati penuh syukur dan kelapangan. Dan senyum yang bikin bidadari syurga cemburu berat. Yeah!

---
udah dibilang ya ini fiksi! tapi kali ini saya beneran dapet nasehat tentang masak-masak ini dari salah satu guru saya. :)

3 comments:

  1. saya dulu punya bukunya Lang yang itu. dua kali bali dua kali ilang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. umm..mungkin kurang sedekah mas ihsan saja. coba bukunya disedekahkan ke saya. mungkin ga hilang. ha

      Delete